Web Reader Welcome

Kamis, 03 Mei 2012

Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

USAHA PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Bab 3

       A. Pendahuluan
          Sebelum Indonesia merdeka, Indonesia mengadakan sidang BPUPKI untuk membentuk dasar sebuah negara. Berikut adalah tanggal sidang dan hasil sidang BPUPKI :
1.     29 Mei – 1 juni 1945        = Pembentukkan Dasar Negara
          Pada tanggal 22 Juni, Indonesia melakukan peresmian Piagam Jakarta
2.    10 – 16 Juli 1945             = Pembentukan UUD 1945, dan penetapan Piagam                                            Jakarta sebagai Undang-undang

          Setelah Indonesia merdeka, tentu beberapa usaha melengkapi Indonesia sebagai negara sendiri dikembangkan. Maka berikut ini adalah tanggal dan hasil penting dari peristiwa pengembangan program sesudah Indonesia merdeka :
1.         17 Agustus 1945      = Proklamasi Kemerdekaan
2.        18 Agustus 1945      = Sidang PPKI I, yang memiliki hasil sidang :
ñ  Presiden dan Wapres dipilih secara aklamasi, merupakan anjuran ide dari Otoiskandar dinata
ñ  Pengesahan UUD 1945
ñ  Pernyataan adanya KNIP
                   dalam UUD 1945, ada yang bertuliskan 'Presiden harus beragama Islam',       dihapus karena dianggap tidak sesuai dengan beragamnya agama di Indonesia.   Usul penghapusan ini diusulkan oleh Moh Hata.
3.    19 Agustus 1945    = Sidang PPKI II, yang memiliki hasil sidang :
ñ  Pembagian Wilayah Indonesia menjadi 8 prov
ñ  Pembentukan kementrian negara ( 12 dep + 4 Mentri )
ñ  Pembentukan Komite Nasional
                  
          Saat Indonesia merdeka, Indonesia memiliki 8 provinsi, dan 12   departemen. 8 provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut :

          Keterangan:
1.     Sumatra                          = Teuku Muhammad Hasan
2.    Jawa Barat                     = Sutarjo Kartohadi Kusumo
3.    Jawa Tengah                   = R. Panji Suroso
4.    Jawa Timur                     = R. M. Suryo
5.    Sunda Kecil                     = I Gusti Ktut Puja
6.    Kalimantan / Borneo         = Pangeran Muhammad Nur
7.    Sulawesi                          = G. S. S. J Ratulangi
8.    Maluku                            = J. Laturharhary
         
          dan 12 departemen Indonesia terdiri dari :
1.     Dep Dalam Negeri                                        R.A.A. Wiranata Kusumah
2.    Dep Luar Negeri                                          Mr. Achmad Subarjo
3.    Dep Keuangan                                               Mr. A.A Maranis
4.    Dep Kehakiman                                             Mr. Prof. Dr. Supomo
5.    Dep Kemakmuran                                          Ir. Surachman Cokroadisuryo
6.    Dep Pertahanan                                            Supriyadi
7.    Dep Kesehatan                                             Dr. Buntaran Martoatmodjo
8.    Dep Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan   Ki HajarDewantara
9.    Dep Penerangan                                            Mr. Amir Syarifuddin
10. Dep Sosial                                                   Mr. Iwa Kusuma Sumantri
11.  Dep Pekerjaan Umum                                    Mr. Abikusno Cokrosuyoso
12. Dep Perhubungan ( ad. Interim )                    Mr. Abikusno Cokrosuyoso
4.    22 Agustus 1945           = Sidang PPKI III, yang memiliki hasil sidang :
ñ  Pembentukan KNIP
ñ  Pembentukan BKR
ñ  Pembatalan PNI
                   





          Saat Sidang PPKI III, Drs. Moh Hatta berhasil mengambil beberapa   keputusan penting, yaitu :
1.     Pembentukan Komite Nasional Indonesia



                                                          KND            DPRD

          Komite Nasional (KNI)
                                                          KNIP            MPR

       PPKI menyetujui pembentukan KNIP ini oleh karena itu, pembentukan KNI juga termasuk dalam hasil sidang PPKI III. KNIP berfungsi sebagai DPR sebelum Pemilu dilaksanakan. Pada 29 Agustus 1945, diadakan pelantikan Anggota KNIP di Gedung Kesenian dengan susunan :
ñ  Ketua                    :         Mr. Kasman Singodimejo
ñ  Wakil Ketua I        :         Sutarjo Kartohadikusumo
ñ  Wakil Ketua II      :         Mr. J. Latuharhary
ñ  Wakil Ketua III    :         Adam Malik
2.    Pembatalan Partai Nasional Indonesia ( PNI )
                   PNI dibatalkan sebagai partai tunggal di Indonesia karena untuk         pengembangan kehidupan yang demokratis seharusnya tidak ada partai Tunggal
3.    Pembentukan Badan Keamanan Rakyat ( BKR )
BKR sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang ( BPKKP  ) yang bertujuan memelihara keamanan dan keselamatan rakyat serta merawat para korban perang. Anggota-anggota nya merupakan bekas anggota Peta, Heiho, Seinendan, dan Keibodan. BKR kini berubah menjadi TNI seiring dengan jalannya waktu, seperti :
          BKR             TKR             TKR             TRI             TNI
                            
         
       22-8-45        5-10-45        1-1-46         16-1-46        3-6-47


         
         lokal           nasional    keamanan rakyat          pembelaan di Jogjakarta


                   dipimpin oleh Jdr. Sudirman di Jogjakarta   

    dihilangkan karena pemerintah takut bermusuhan dengan pihak asing


       B. Usaha Pembelaan Kemerdekaan Indonesia
          Kemerdekaan Indonesia tentu merupakan sebuah bencana bagi negara yang telah menjajah Indonesia. Oleh karena itu, usaha-usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia sangat diperlukan demi menjaga keutuhan Negara Indonesia meski harus berperang kembali melawan Jepang dan Belanda yang sudah dibantu oleh NICA dan AFNEI.

                             Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan




                             Diplomasi                        Militer






                   Perundingan Linggarjati             Pertempuran 10 Nov 1945
                   Perundingan Renville                 Pertempuran Bandung Lautan Api
                   Perundingan Room Royen            Pertempuran Medan Area
                   Konferensi Inter Indonesia
                   KMB

Jenis perjuangan Indonesia adalah sebagai berikut :
A. MILITER
Kedatangan Sekutu dan NICA
          Kedatangan Sekutu dan NICA pada beberapa daerah Indonesia dibagi menjadi beberapa wilayah ( digunakan sebagai markas Belanda ) :
ñ  Sumatra                                                       : Medan
ñ  Jawa bagian barat, dan Jawa bagian tengah  : Jakarta
ñ  Jawa bagian Timur                                       : Surabaya

          Tugas Sekutu di Indonesia adalah :
ñ  Membebaskan tawanan perang
ñ  Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang
ñ  Mengumpulkan dan Memulangi tentara Jepang
ñ  Menegakan kekuasaan di Indonesia

          Markas Belanda ada di : Jawa Barat ( jakarta ), Jawa Timur ( surabaya ), Sumatera ( medan )

          Kedatangan sekutu awalnya disambut baik oleh Rakyat Indonesia, namun kenyataannya lain. Di kota-kota yang didatangi pasukan Sekutu sering terjadi insiden, bahkan terjadi pertempuran demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut :

I. Indonesia vs Belanda+Sekutu
a. PERTEMPURAN SURABAYA ( 10 NOV 1945 )
          Rakyat Surabaya awalnya mengira datangnya Belanda adalah untuk menarik tahanan perang Jepang, namun Belanda malah mengeluarkan ultimatum untuk menyerahkan semua senjata yang didapat dari Jepang. Tidak berhenti sampai di situ, Belanda menyerang tahanan di Penjara RI, kedua hal ini lah yang membuat rakyat Surabaya marah. Dan sebab khusus meledaknya pertempuran ini adalah : Meninggal nya Jendral Mallaby dalam insiden di depan gedung Internatio. Dan kemudian, Belanda mengeluarkan ultimatum lagi yang berisi bahwa pukul 6 pagi rakyat surabaya harus menyerah tanpa syarat. Karena rakyat Surabaya menolak karena tidak ingin di jajah lagi, maka meledak lah pertempuran tersebut. Rakyat Surabaya dengan mati-matian membela kemerdekaan, maka peristiwa ini dikenal sebagai Hari Pahlawan.

          b. INSIDEN BENDERA SURABAYA
          Karena adanya sekelompok tentara Belanda yang menyamar sebagai petugas Palang Merah Internasional dan memanjat hotel Yamato / Orange, dan lalu mengibarkan bendera Belanda. Maka pemuda Suarabaya menurunkan bendera Belanda,merobek warna birunya agar tersisa merah-putih, dengan demikian bangsa Belanda marah dan terjadilah insiden di horel Yamato tanggal 19 september 1945.

          c. PERISTIWA AMBARAWA
          Belanda sampai di Magelang dan melakukan penyerangan terhadap rakyat Indonesia, karena peperangan ini maka diadakan genjatan senjata, namun Belanda masih menggunakan tentara yang masih di Indonesia untuk menyerang Indonesia. Hal ini lah yang memicu terjadinya perang yann mengharuskan Indonesia melawan Belanda yang dibantu dengan Sekutu.

          d. MEDAN AREA
          Sekutu yang diboncengi NICA sampai di Medan, dan mengeluarkan ultimatum untuk menyerahkan senjata yang di dapat dari Jepang, dan juga Sekutu memberi baas-batas wilayah di Medan, ini lah mengapa dinamakan Medan Area.

          e. BANDUNG LAUTAN API
          Sekutu dan Belanda datang, dan memberikan ultimatum pertama yang berisi rakyat Bandung harus menyerahkan senjata yang diperoleh dari Jepang ( di setiap daerah yang didatangi Belanda maupun sekutu, ultimatumny hampir sama, yaitu : menyerahkan senjata yang di dapat dari Jepang. Hal ini dikarenakan, Sekutu dan Belanda memiliki hak mendapatkan seluruh yang Jepang dulu miliki saat menjajah Indonesia, karena Belanda dan Sekutu sudah menang terhadap Jepang). Dan ultimatum  kedua yang berisikan bahwa rakyat Bandung harus mengosongkan Bandung bagian utara sesuai dengan saran pemerintahan dari Jakarta demi kebaikan warga agar tidak merenggut korban jiwa. Pemerintahan dari Jogjakarta menyarankan untuk tetap tinggal di daerah itu agar tidak menjadi markas Belanda.
          Setelah mengikuti saran dari pemerintahan pusat Jakarta, agar setelah ditinggal tidak menjadi markas Belanda dan Sekutu, maka rakyat Belanda meledakan gedung senjata untuk membakar kota bandung bagian utara.

         
          f. PUPUTAN MARGARANA
          Arti kata Puputan sendiri adalah habis-habisan, maka arti Puputan Margarana adalah Perang Habis-habisan Sampai Titik Darah Penghabisan.
          Pada perundingan Linggarjati, Bali tidak termasuk prov Indonesia padahal sejak awal Indonesia merdeka Bali termasuk pulau di prov. Sunda Kecil namun kini Belanda dimasukan ke dalam Negara Indonesia Timur ( Sebuah negara boneka yang dibuat oleh Belanda dan Sekutu ), maka mereka melakukan perang melawan Belanda dan Sekutu sampai titik darah penghabisan.

          g. PERISTIWA WESTERLING DI MAKASSAR
          Dinamakan Westerling adalah karena seorang pimpinan Belanda , bernama Westerling adalah seorang pemimpin yang sangat kejam, diamembantai 40.000 orang tak berdosa.
          Robert Wolter Monginsidi, seorang pejuang dari Makassar memimpin rakyat Makassar melawan Belanda dan sekutu.

          h. PERISTIWA MERAH PUTIH DI MANADO
          Terdapat tangsi ( penjara ) putih, dan tangsi hitam yang berisi rakyat Indonesia. Suatu saat, penjara itu berhasil di dobrak oleh rakyat Indonesia dan kemudian membalikan memasukan tentara Belanda ke dalam Penjara itu. Sebagai lambang kemenangan, rakyat Manado mengibarkan bendera merah putih

II. Indonesia vs Jepang
          a. di Jakarta          : Merebut gudang senjata di Cilandak
          b. di Bandung         : Merebut senjata di lap udara Andir ( kini husein                                                     sastranegara)
          c. di Semarang       : Isu bahwa air PAM Semarang ( di Candi ) telah di racuni                                       Jepang, dan saat akan di periksa kebenarannya oleh Dr.                                           Karyadi, dia ditembak oleh Jepang. Hal ini memicu pecahnya                                    perang 5 hari di Semarang


B. DIPLOMASI
Perundingan-Perundingan tanpa menyebabkan perang :
1.     Soekarno – Van Mook       = 25 okt 45, Belanda ingin menjadikan Indonesia                                               menjadi neg persemakmuran
2.    Syahrir – Van Mook          =  17 Nov 45 Inggris bermaksud mempertemukan dan                                        menjelaskan tujuan Sekutu ke Indonesia
3.    Syahrir – Van Mook          = 10 Feb 46, Belanda menyampaikan pernyataan politik                                     pemerintah Belanda :
ñ Indonesia akan dijadikan neg Commonwealth berbentuk federasi milik sendiri, dan dalam lingkungan Belanda
ñ Urusan dalam negeri diatur Indonesia, dan urusan luar negeri diatur Belanda

4. Perundingan di Hooge Veluwe      =  14-25 april 46, dalam perundingan ini tidak                                                        menghasilkan hasil dan Belanda hanya mau mengakui secara de facto pulau Jawa dan                                                                Madura serta dikurangi wilayah yang diduduki Sekutu

Perundingan-perundingan yang tidak menyebabkan perang :

Linggarjati             Agresi Militer I
Renville                 Agresi Militer II
Room Royen
Intern Indonesia
KMB

Perundingan Linggarjati
          diwakilkan oleh Sutan Syahrir, dan dalam perundingan ini Indonesia hanya tersisa pulau Sumatera, Jawa, dan Madura

          Dampak Perundingan Linggarjati ini adalah :
1.     Wilayah Indonesia menyempit
2.    Sutan Syahrir di turunkan dan digantikan Amir Syariffudin

          Perundingan Linggarjati dilanggar oleh Belanda dengan mengadakan agresi militer I pada tanggal 21 Juli 47, dan juga dengan menolaknya Indonesia untuk mengakui negara boneka Belanda. Akibat pelanggaran Belanda ini, maka atas anjuran India dan Australia kepada PBB, dibentuklah KTN (komisi tiga negara), yang terdiri dari :
ñ  Australia     = diwakili Richard Kirby, membela Indonesia
ñ  Belgia          = diwakili Paul Van Zeeland, membela Belanda
ñ  Amerika       = Dr. Frank Graham, netral

Perundingan Renville
       Pada Perundingan ini berbunyi : Indonesia harus mengakui wilayah kekuasaan Belanda berdasarkan agresi militer I dan pada perundingan denga Van Mook. Dalam Perundingan Renville, Indonesia berbentuk RIS. Pada perundingan ini mengahsilkan :
a)    Disetujui nya genjatan senjata
b)   TNI harus ditarik mundur dari daerah yang dikuasai Belanda
c)    Indonesia akan dijadikan negara UNI Belanda

         
          Dampak Perundingan Renville ini adalah :
1.     Wilayah Indonesia semakin sempit
Pulau Sumatera – (Medan + Palembang), Jabar, Jateng, beberapa daerah Jatim
2.    Amir Syariffudin tidak dipercaya dan diganti oleh Moh. Hatta
3.    Belanda mengajukan untuk menjaga keamanan Indonesia
4.    KTN diubah menjadi UNCI

          Setelah perundingan ini, terjadilah Agresi Militer II dengan sasaran Jogjakarta. Karena pada saat itu DIY tidak aman maka pemerintahan dipindahkan ke Bukittinggi, Sumatera dengan pemimpin Mr. Syariffudin Prawira Negara. Agresi ini, dipatahkan dengan serangan Umum 1 Maret 49, yang berlangsung selama 6 jam.

          Dampak dari Serangan Umum 1 Maret 49 adalah :
ñ  Menurunkan moral bangsa Belanda
ñ  Meningkatkan mental bangsa Indonesia
      
Perundingan Room Royen
          Hasil dari perundingan ini dinyatakan oleh dua orang, Mr. Moh Roem, dan Mr. Van Royen. Berikut pernyataan tersebut :
(a)  Mr. Moh Roem
ñ  Mengeluarkan perintah untuk menghentikan perang gerilya
ñ  Bekerja sama dalam menciptakan kedamaian
ñ  Turut dalam KMB untuk mempercepat kedaulatan RIS dengan tidak bersyarat

(b) Dr. Van Royen
ñ  Menyetujui kembalinya pemerintahan ke DIY
ñ  Menjamin pengehentian gerakan militer dan pembebasan tahanan politik
ñ  Tidak akan mendirikan negara yang dikuasai RI sebelum tanggal 19 Desember 48, dan tidak merugikan Republik
ñ  Menyetujui adanya RI dalam RIS
ñ  Berusaha untuk segera mengadakan KMB setelah pemerintahan kembali ke DIY
     
Konferensi Inter Indonesia
          Adalah gabungan RI + BFO, dan membahas agar tidak ada perubahan dalam bendera dan bahasa yang digunakan rakyat Indonesia

KMB
          saat adanya KMB, ada pula hambatanannya, yaitu :
Belanda menginginkan RI menjadi UNI, dan RI menginginkan UNI sementara
Belanda menginginkan kedaulatan Indonesia dengan penyerahan, RI ingin kedaulatan didapat dengan pengakuan. Dan juga masalah tentang Irian Barat dan Hutang Hindia Belanda.
         
          Hasil KMB adalah :
ñ  akan diangkat APRIS
ñ  Irian Barat akan dibahas 1 tahun kemudian
ñ  Kedaulatan dari Belanda

          di jakarta                                 di Belanda



Sri Sultan, dan Lovink                Moh Hatta, dan Ratu Yuliana


Faktor – Faktor yang memaksa Belanda keluar dari Indonesia adalah :
1.     dari dalam
ñ  Belanda menyadari bahwa kekuatan militernya tidak cukup kuat memaksa RI untuk tunduk
ñ  Kerugian perkebunan dan pabrik dalam membiyayai biaya perang
ñ  Tidak mendapat dukungan politik dari dalam negeri
ñ  Para pejuang RI terus melakukan perang gerilya dan serangan umum

2.    dari luar
ñ  AS mengancam akan mengentikan bantuan pembangunan kepada Belanda

C. Masa Kemerdekaan Indonesia
Undang-undang yang berlaku di Indonesia :
ñ  UUD 45       18/8/45 – 27/12/49                 NKRI
ñ  UUD RIS     27/7/49 – 17/8/50                   RIS / FEDERAL
ñ  UUDS 1950 18/8/50 – 5/7/59                     NKRI
ñ  UUD 45       5/7/59 – sekarang

          Pada 1950, Indonesia masih menggunakan UUDS maka pada tahun 1955 diadakan pemilu untuk DPR dan Dewan Konstituante. Karena Dewan Konstituante gagal, maka dikeluarkanlah dekrit Presiden pada 5 Juli 1959.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar